4 Perbedaan Trader Forex Berdasarkan Strategi Trading

4 Perbedaan Trader Forex Berdasarkan Strategi Trading
4 Perbedaan Trader Forex Berdasarkan Strategi Trading

4 Perbedaan Trader Forex Berdasarkan Strategi Trading– Pasar forex adalah tidak benar satu pasar keuangan terbesar dan teramai di semua dunia.

Pasalnya, biasanya nilai total transaksi yang terjadi di pasar ini capai USD5 triliun per harinya. Jumlah tersebut tak lepas berasal dari kesibukan yang dikerjakan oleh para trader forex berasal dari beragam negara.

Namun, langkah trading yang diterapkan satu trader tidak tetap mirip bersama dengan trader lainnya. Hal ini menciptakan sejumlah kelompok “penganut” strategi-strategi tertentu, yang secara garis besar kebanyakan dibedakan ke didalam 4 golongan ini:

4 Perbedaan Trader Forex Berdasarkan Strategi Trading

1. Day Trader

Tipe trader forex yang pertama adalah day trader. Apabila Anda adalah trader yang gemar menutup semua posisi trading di penghujung hari, maka Anda termasuk day trader. Singkatnya, day trader adalah trader yang masuk pasar (entry) bersama dengan obyek untuk menutup posisi trading (exit) sebelum sesi selagi trading hari itu berakhir. Teknik ini disebut bersama dengan day trading.

Day trader kebanyakan membutuhkan koneksi internet yang cepat dan stabil, komputer yang powerful, beberapa layar monitor, sistem backup yang ampuh, kuotasi harga real-time, dan eksekusi order yang bagus.

Day trader cenderung menggunakan price action jangka pendek. Volatilitas dan likuiditas adalah elemen perlu bagi type trader forex satu ini karena tingkat keuntungan didapat berasal dari fluktuasi harga di pasar.

Day trader forex termasuk fokus terhadap peristiwa yang menyebabkan pergerakan pasar didalam jangka pendek. Itulah yang menyebabkan langkah news trading jadi teknik yang tenar digunakan day trader.

2. Position Trader

Position trader kadangkala termasuk disebut bersama dengan trader jangka panjang atau long term trader. Hal ini disebabkan oleh kesibukan tradingnya yang cenderung menghambat posisi hingga beberapa waktu; mampu mingguan, bulanan, atau lebih-lebih tahunan.

Read More:  Memahami Perbedaan Saham Dan Reksadana Sebagai Investasi Jangka Panjang

Berbeda bersama dengan day trader, position trader tidak terpaku terhadap fluktuasi harga jangka pendek dan rilis berita terkini. Bisa dikatakan bahwa position trader adalah trader yang pasif.

Pasalnya, mereka hanya terhubung beberapa posisi saja (buy plus hold) didalam setahun. Mereka termasuk tidak begitu membutuhkan koneksi internet super cepat maupun data real time.

Position trader kebanyakan menggunakan analisa chart price action mingguan atau bulanan untuk melihat trend tertentu. Mereka melacak pundi-pundi profit berasal dari pergerakan harga selagi terjadi trend besar.

Gaya trading mereka kebanyakan tunggu peristiwa breakout dan menghambat posisi hingga selagi yang lama untuk meraih hasilnya.

Meskipun tidak semuanya, biasanya position trader adalah mereka yang udah jelas seluk-beluk trading dan jelas apa yang wajib dikerjakan selagi kondisi pasar tertentu. Mereka adalah type trader forex yang paling jarang berinteraksi di pasar meskipun tetap update terhadap perkembangan berita perekonomian global.

3. Swing Trader

Sesuai namanya, swing trader adalah type trader forex yang menggunakan langkah swing. Singkatnya, swing adalah menghambat posisi trading didalam tempo sehari hingga seminggu untuk bertrading selagi terjadi pergerakan harga besar.

Swing trader menggunakan keuntungan teknologi bersama dengan langkah set plus forget: membuka posisi trading, selanjutnya tinggalkan. Alhasil, mereka tidak seperti day trader yang tetap terpaku terhadap layar monitor terus-menerus.

Para swing trader kebanyakan masuk pasar menjelang selagi penutupan sesi trading. Time frame yang digunakan jelas lebih tinggi daripada day trader, namun lebih rendah daripada position trader.

Biasanya, swing trader termasuk lumayan lakukan analisa pasar selama dua atau tiga kali didalam seminggu. Meski rencana mereka memakan selagi yang tidak singkat, type swing trader wajib piawai didalam menyita keputusan sehingga meraih profit maksimal.

Read More:  Bocoran Tanding Trading Indodax Oktober: Bagikan Hadiah Jutaan Rupiah

4. Scalper

Tipe trader forex yang terakhir adalah scalper. Para scalper adalah trader yang memegang posisi trading didalam jangka pendek demi mendapat return berasal dari short hold.

Scalper cenderung buy dan sell berkali-kali didalam sehari bersama dengan harapan meraih profit terus menerus berasal dari pasar didalam kadar kecil. Time frame yang digunakan sangat rendah, yaitu satu hingga lima menit saja.

Teknik yang digunakan oleh scalper disebut bersama dengan scalping. Teknik ini membutuhkan langkah yang agresif, konsentrasi tingkat tinggi, serta kecepatan didalam membaca pergerakan harga.

Scalper mampu meraih banyak profit selagi volatilitas pasar sedang tinggi. Apalagi, mereka mampu terhubung hingga 100 posisi didalam sehari.

Akhir Kata

Itulah keempat type trader forex yang tersedia di pasar. Setelah membaca ulasan di atas, Anda termasuk type yang mana? Masing-masing type trader miliki keistimewaan dan kelemahan. Jadi, Anda tidak mampu melabeli satu type trader lebih baik daripada type lainnya.

Tipe trader forex seperti di atas termasuk cocok-cocokan. Artinya, jikalau Anda nyaman bersama dengan tidak benar satu tipe, belum tentu orang lain dapat merasakan hal yang sama.

Anda tetap mampu menyesuaikannya bersama dengan metode dan langkah trading Anda. Jika mulai kurang nyaman karena status quo, Anda tetap mampu mencoba tipe trading lainnya. Yang terpenting, type tersebut wajib profitable dan sesuai bersama dengan kemampuan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *