Perbedaan Investasi Dan Trading Yang Perlu Anda Ketahui

Perbedaan Investasi Dan Trading
Perbedaan Investasi Dan Trading

Perbedaan Investasi Dan Trading – Ketika ditanya antara investasi dan trading, mayoritas pelaku pasar menganggap keduanya sama. Padahal, jika dilihat berdasarkan tujuan dan durasi, antara trading dan investasi jelas berbeda.

Agar tidak salah arah, pertimbangkan perbedaan antara investasi dan Trading dalam ulasan dibawah ini.

Konsep Dasar Investasi Dan Trading

Sekali waktu, seseorang yang berjuang di forex atau pasar saham mengira dia berinvestasi. Sementara pada kesempatan lain, dia juga mengaku sedang trading.

Seringkali, istilah perdagangan dan investasi dianggap sinonim karena keduanya berhubungan dengan transaksi jual beli, atau investasi sejumlah dana tertentu.

Namun pada kenyataannya, investasi dan perdagangan sangat berbeda bila dilihat berdasarkan tujuan, periode waktu, dan beberapa faktor pembeda lainnya.

1. Perbedaan Tujuan

Faktor pembeda pertama antara perdagangan dan investasi adalah tujuannya. Pelaku pasar yang memilih untuk berinvestasi memiliki tujuan menciptakan kekayaan dalam jangka panjang dengan membeli aset tertentu, kemudian menahannya untuk jangka waktu yang lama.

Jadi, fluktuasi harga yang terjadi setiap hari, tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap investor.

Sebaliknya, perdagangan bertujuan untuk menghasilkan keuntungan dengan sering membeli dan menjual aset dalam kerangka waktu yang lebih singkat, mulai dari menit, Jam, harian, mingguan, hingga bulanan.

Juga, fluktuasi harga harian adalah momentum yang dapat digunakan oleh para pedagang untuk menuai keuntungan.

2. Periode Waktu

Perbedaan kedua antara perdagangan dan investasi terletak pada kerangka waktu. Seperti disebutkan di atas, investasi cenderung bersifat jangka panjang, sedangkan trading adalah aktivitas jangka pendek.

Seseorang yang melakukan investasi dapat memegang aset mereka selama bertahun-tahun dan bahkan puluhan tahun.

Akibatnya, fenomena ” warisan saham “atau” warisan properti “tidak jarang, mengingat bahwa” warisan ” bisa menjadi hasil investasi dari aktor sebelumnya.

Di sisi lain, periode perdagangan hanya berkisar dalam hitungan menit, Jam, harian, mingguan, atau paling banyak bulanan.

Perbedaan waktu ini juga menciptakan jenis-jenis trader, mulai dari scalper (trading dibawah H4 / harian), day trader (H4 atau harian), posisi trader dan Swing trader (mingguan atau bulanan).

3. Tingkat Aktivitas Di Pasar

Mayoritas pelaku pasar yang memutuskan untuk berinvestasi cenderung memilih investasi yang sehat, santai, dan bebas stres.

Setelah mempelajari perusahaan secara mendalam, mereka kemudian mengambil posisi tertentu, lalu bersantai.

Di sisi lain, perdagangan membutuhkan keterlibatan aktif di pasar untuk menemukan momentum entri yang tepat untuk membukukan keuntungan.

Pedagang juga menyukai permainan pasar dan menganggapnya sebagai hiburan dan”olahraga hati”.

4. Pendekatan Analisis Yang Digunakan

Dalam investasi, pendekatan analisis yang dilakukan berkaitan dengan dasar-dasar bisnis seperti Industri, Ekonomi, Keuangan, pasar, dan pesaing.

Dengan kata lain, pendekatan analitis yang digunakan dalam investasi berkaitan dengan dasar-dasar aset dasar.

Sedangkan dalam trading, pendekatan analisis yang digunakan lebih cenderung berfokus pada sentimen pasar berdasarkan sikap pelaku pasar di dalamnya.

5. Manfaat Yang Diperoleh

Selain berdasarkan beberapa aspek pembeda di atas, perdagangan dan investasi dikategorikan berbeda bila dilihat dari segi manfaat tambahan.

Seorang investor akan mendapatkan fasilitas bonus, dividen, pemecahan saham, dan sebagainya, sementara seorang trader tidak.

Dari dua hal ini, dapat dilihat elemen pelindung. Jika investor membeli saham di perusahaan dengan fundamental yang kuat, itu akan naik lagi ke nilai sebenarnya dan Kerugian akan pulih dalam jangka waktu tertentu.

Sedangkan trader akan menggunakan Stop Loss, Target profit, hingga Risk / Reward Ratio untuk membatasi kerugian dan Mengoptimalkan profit.

Apakah Lebih Baik Menjadi Investor Atau Trader?

Investor adalah seseorang yang mengalokasikan dana untuk instrumen investasi jangka panjang, seperti real estat (Bisnis Properti), Industri skala besar atau kecil, ke pasar komoditas atau pasar saham dalam jangka waktu yang sangat lama hingga puluhan tahun.

Seorang investor akan fokus pada produk yang akan dibeli dan jenis bisnisnya. Dengan demikian, investor akan benar-benar memilih perusahaan dengan kinerja yang sangat baik.

Berdasarkan pelakunya, investor dapat diklasifikasikan menjadi investor institusi dan investor individu atau investor ritel. Tidak seperti investor institusi, investor individu biasanya tidak memiliki rencana yang jelas jika hasil investasi kalah.

Mereka cenderung untuk memotong kerugian dan beralih ke instrumen investasi lainnya, atau kiri sampai nilai rebound dan membuat keuntungan di masa depan.

Namun, tidak semua investor individu melakukannya. Mereka yang memahami dengan baik dengan rencana investasi dan strategi, akan selalu menuai sukses besar seperti Warren Buffet.

Tidak seperti investor yang fokus pada dasar-dasar produk yang akan dibeli, trader akan fokus pada sentimen dan kondisi pasar saat ini.

Pedagang biasanya tidak terlalu peduli dengan kinerja saham perusahaan yang akan dibeli. Ini bukan masalah besar, selama sentimen pasar terhadap perusahaan yang ditargetkan positif. Sebab, kondisi seperti itu akan memudahkan trader untuk menjualnya kembali dengan cepat.

Alih-alih investor, transaksi yang dilakukan oleh pedagang bersifat jangka pendek dengan frekuensi yang besar.

Seorang trader juga memiliki metode, strategi, dan rencana yang terarah karena mereka tidak dapat memegang posisi terlalu lama.

Jika Anda sudah menguasai ilmu trading, maka trader bisa memasuki semua jenis pasar dan meraup keuntungan lebih seperti George Soros.

Nah dari review perbedaan investasi dan trading di atas, profesi apa yang sedang anda kejar? Investor atau trader?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *